Bab 20

1576 Kata

Stella menunggu balasan chat dari Bram, namun ternyata Bram tidak kunjung membalasnya. "Apa gue bilang dibajak aja, ya?" Stella menenggelamkan wajahnya di bantal, lalu berteriak,   "Dasar kurcaci sok ganteng!"                 Apa cinta Stella bertepuk sebelah tangan? Stella tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Kebanyakan lelaki, bahkan bertekuk lutut, karena sangat menyukai Stella. Tapi, Bram?                 "Oke, dia emang baik dan nggak ganjen. Dia juga terlihat kurang percaya diri, tapi masa sih dia nggak suka sama gue?" Stella terus bergumam, mengungkapkan isi hatinya.                 Apa dirinya sudah salah paham? Mungkin, Bram memang baik ke semua orang. Apa Bram itu tipe lelaki pemberi harapan palsu? Astaga! Kenapa Stella tidak pernah memikirkan kemungkinan itu?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN