Bram menghela napasnya, karena Guntur tidak berhenti menangis. "Bro, gue udah bangun. Berhenti nangisnya." "You make me scared! Lo nggak sadarkan diri sampai lima jam!" Bram meringis, dan merasakan nyeri di mulutnya. "Lo nungguin gue dari tadi? Sendirian?" "Tadi, ada beberapa orang yang dateng." "Siapa aja?" tanya Bram penasaran. "Nico, Troy, Disa, Hanny dan ... Stella," jawab Guntur menunduk, "mereka semua khawatir sama lo." "Wow, banyak juga." Bram cukup bingung, melihat Guntur yang terlihat tidak nyaman. "What's wrong? Oh, no! Tadi gaya gue pas nggak sadar, gimana? Jelek, ya?" Guntur terkekeh sesaat. "Nggak. Lo mana pernah jelek, sih?" "Alright. Terus? Kenapa lo kayak

