Hari demi hari berlalu, dan sekolah sempat dikejutkan dengan ketiga lelaki yang kini menjadi sahabat. Bram, Guntur, dan Nico selalu ke kantin bersama. Itu pemandangan yang cukup menarik bagi para perempuan, karena mereka bertiga sekarang begitu bersinar. "Look! Kak Bram keren banget pas nyisir rambutnya pake jari..." "Kak Guntur tadi senyum ke gue!" "Kak Nico dingin banget, tapi keren. Dia enak dilihat." Begitu banyak pujian untuk ketiga lelaki yang kini, sepertinya menguasai perhatian seisi sekolah. Berbeda dengan mereka bertiga, Stella makan sendirian di kantin, dengan wajah juteknya. Dia benci melihat Bram menjadi pusat perhatian. Dia benci, lelaki yang ia suka dibohongi oleh Nico. Tapi

