Bab 44

2397 Kata

Bram memberhentikan mobilnya di depan rumah Nico. "Entah kenapa, firasat gue nggak enak."                 Hanny yang duduk di kursi belakang, mengangguk setuju. "Iya, kayak ada sesuatu yang akan terjadi di pesta ini."                 "Something big," lanjut Bram dengan helaan napas.                 "Aduh, kalian berdua terlalu kebanyakan nonton sinetron. Ayolah, ini cuma pesta tahun baru biasa. Let's go!" Guntur keluar dari mobil Bram, dengan semangat empat lima.                 "Tuh bocah selalu lihat dunia dari sisi menyenangkan aja," cibir Bram, "ayo turun, Han."                 Hanny mengangguk, dan ikut turun dari mobil mengikuti Bram. Keduanya masuk ke dalam, dan cukup terkejut karena pestanya sangat ramai.                  Semua dekorasi terlihat mewah dan keren, bahkan rumahn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN