Ingin Menyerah

1081 Kata

"Mbak tidak mau, Nisa. Mbak tidak mau menikahi dia." Suara Rania terdengar gemetar, air matanya juga terus mengalir membasahi pipi. Nisa menatapnya dengan mata yang merah. Sejak kecelakaan yang terjadi pada kakaknya, ia tak henti menangis. Ia sudah bagai terjatuh, lalu tertimpa tangga. Cobaan seolah datang silih berganti. Bagaimana tidak, luka kehilangan kakak yang bagai sosok ayah masih membekas di hati belum kering, ia sudah kehilangan ibunya. Dan sekarang, masalah besar terjadi pada kakak ipar yang sudah bagai kakaknya sendiri. "Ki–kita bayar saja uang yang diminta, Mbak. Kita jual rumah ini sekalian sama isinya juga. Kalau tidak salah, Ibu juga punya beberapa perhiasan. Uang yang selama ini Mbak kasih ke Ibu, hampir gak pernah Ibu pakai. Dia selalu belikan uang itu perhiasan. Selama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN