"Andra," Sontak Andra menengok ke sumber suara. Tubuhnya benar-benar membeku ketika dia melihat seorang wanita berambut pendek seleher yang baru saja memanggilnya. Dengan tampilan rapi memakai hills dan tas kecil bermerk tersangkut di lengannya. Berjalan menghampiri Andra. Dari gurat di wajahnya, nampak jelas kalau Andra sangat tidak menyukai kehadiran wanita itu saat ini. "Mama ngapain di sini?" Andra bertanya, kemudian berlalu menghindari mamanya. "Andra, tunggu dulu sayang." Maretha mengejar. "Mama mau bicara sama kamu." "Andra sibuk." "Sebentar aja, sayang." Meskipun hills yang ia kenakan sangat tinggi, Maretha tetap bisa menyusul langkah Andra. "Andra, dengerin Mama dulu!" sentaknya. Dengan cepat ia langsung menahan lengan Andra. Andra mengalah. Dapat dipastikan ini kali yang t

