20

1078 Kata

"Ra, hari ini gue bawa motor lo ke sekolah, ya?" tanya Dyandra pada kakaknya yang masih berupaya menuruni anak tangga satu persatu dengan tongkat di bawah ketiaknya. Terapit oleh lengan dan sisi kanan tubuhnya. "Terus gue gimana?" Dara menyahut dari atas tangga. "Lo dianter Mang Kisno-lah pake mobil," sungut Dyandra. "Lah? Terus nanti Mama berangkat kerja naik apa?" "Kamu jangan pikirin Mama, nanti Mama bisa naik bus," jawab Weny, menyeruak di antara obrolan dua anak gadisnya. "lagian, emangnya kamu mau bawa motor? Lututmu aja masih begitu." Weny menggedikkan dagunya ke arah lutut putri sulungnya. Menyadari akan kondisi kakinya saat ini, Dara mengerucutkan bibirnya. Benar juga apa yang dikatakan mamanya barusan. Kaki pincang gini, boro-boro mengendarai motor, mau jalan saja susah. "C

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN