"Serius Bu Dahlia gak masuk?!" tanya Dara pada Dini yang baru saja balik dari ruang guru, membawa kabar gembira tersebut. "Serius, katanya dia lagi sakit." "Alhamdulillah." Dara mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya. Kepalanya menengadah ke atas. Persis seperti orang yang telah selesai berdoa, kemudian mengucap amin. Plak Tanpa perlu kompromi, tangan besar milik Leo menoyor kepala gadis mungil itu, kesal. "Parah lo, Ra, guru lagi sakit malah seneng! Pake bilang Alhamdulillah segala, lagi." "Tau, ntar jadi murid lucknut lo, Ra!" seru Dini, menambahkan. "Yailah, lo pada juga seneng, kan, Bu Dahlia gak masuk?" "Gak, sih. Biasa aja. Cuma bahagia doang, hehe," sahut Leo sambil cengengesan. Dini memutar bola matanya, jengkel dengan dua makhluk di depannya sekarang. "Heleh, saman

