13

1118 Kata

Pukul 5.30 WIB. Seperti biasa sudah menjadi tugas rutin bagi Weny untuk membukakan gorden kamar putri sulungnya tiap pagi. Pancaran cahaya matahari merambat lurus menembus kaca jendela kamarnya. Hal itu membuat Dara silau hingga memicingkan matanya. Tetapi, bukannya beranjak bangun dari tempat tidur, gadis mungil itu malah menutup seluruh wajahnya dengan selimut dan melanjutkan tidurnya kembali. Enam puluh menit kemudian, mulut dan kedua matanya terbuka lebar-lebar saat melihat jam yang tertera di layar ponselnya menunjukkan pukul 6.43 WIB. Detik itu juga persendiannya dapat bergerak cepat layaknya robot dengan setelan mesin tercanggih. Menyiapkan baju, lalu menyambar handuk dalam waktu kurang dari semenit. "Mama, aku telat!!!" teriakan rutin yang keluar dari mulut Dara tiap pagi. "Iya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN