"Nyonya, kita telah tiba di rumah!" Kim, sang sopir pribadi yang Bianca gunakan setengah tahun ini mengingatkan Bianca yang masih duduk termenung di kursi penumpang tanpa bergerak sedikit pun. Sudah tiga menit Kim menghentikan mobil di depan garasi, menunggu Bianca yang duduk diam entah tenggelam dalam pikiran seperti apa. Karena statusnya sebagai sopir, Kim masih tetap diam, tak ingin mengganggu Bianca. Tapi ini sudah tiga menit. Jika dibiarkan, bagaimana jika berkembang ke tiga puluh menit? Krmudian ke tiga jam? "Nyonya?" Kim menatap Bianca dari spion mobil, melihat penampilan majikannya yang kusut. "Kita telah—" "Ya. Aku tahu!" Bianca menarik napas panjang, membuka pintu mobil, dan berjalan masuk ke rumah tanpa sekalipun menoleh ke belakang. Kim yang ditinggal pergi, menggeleng

