"Aku tahu bagaimana ayahku selalu berusaha mendekatkan aku denganmu! Tapi kuharap kau bisa mengabaikan kata-katanya. Jangan terlalu diambil hati!" Di sebuah restoran dengan penataan outdoor, Xu Minglu duduk anggun menggenggam pisau, memotong steak untuk makan malam yang ia lakukan bersama Bianca. Wajah lelaki itu seramah biasanya, dengan sentuhan kelembutan dan ketampanan Asia yang sulit diabaikan. Dalam sepuluh menit saja mereka duduk di sini, sudah tak terhitung berapa banyak perhatian yang ditujukan orang-orang padanya. Sebagai rekan yang datang menemaninya, mau tak mau Bianca salut oleh pengaruh yang dibawa Xu Minglu pada lingkungan sekitar. Xu Minglu seperti magnet. Dia memiliki daya tarik kuat pada sekelilingnya untuk mengambil perhatian dan kekaguman. "Jangan terlalu dipikirka

