James Blackton mendiami sebuah apartemen yang berada di Battery Park City, Lower Manhattan, dekat di sisi sungai Hudson yang menawarkan pemandangan indah. James menempati apartemen di lantai teratas, dengan luas dua ratus enam puluh meter persegi.
Apartemen ini didesain modern-tradisional dengan banyak ornamen dari bebatuan dan kayu. Di antaranya yang paling menonjol adalah vas antik dari giok yang ditksir memiliki harga ratusan ribu hingga jutaan dollar. James adalah penyuka barang kuno dan antik, terutama giok dan lukisan.
"Raymond. Selamat datang!" James berjalan mendekat ke arah menantunya, saat Raymond masuk dengan diikuti Bianca di belakangnya. Malam ini Bianca mengenakan long dress merah dengan bahan lembut hingga mata kaki. Bagian dadanya berbentuk V-neck, tanpa lengan, dan mengenakan syal sutra berwarna putih gading sebagai pelengkap penampilan. Anting-anting panjang menghiasi telinga Bianca, sementara rambutnya disanggul membentuk gulungan elegan. Sekilas, penampilan Bianca terkesan anggun dan cantik.
Shofia dan Carly yang menyambut Bianca, sama-sama menawan dengan dress hijau pucat yang menonjolkan kulit putih mereka. Shofia dan Carly memiliki perawakan yang hampir sama. Mereka wanita langsing dengan tinggi seratus tujuh puluh senti, wajah manis, dan sepasang mata keemasan seperti elang. Carly memiliki tubuh ramping, tipe yang akan mudah terbang ditiup angin menurut istilah Bianca. Sementara Shofia, tubuhnya sedikit lebih berisi dari putrinya.
Shofia dan Carly mengangguk kecil pada Bianca, dengan hati-hati menjaga jarak darinya. Mereka semua tahu karakter Bianca dengan baik. Dia selalu tak ingin dekat dengan ibu dan saudari tirinya, dan menganggap setiap usaha keramahan mereka sebagai suatu cara untuk menjilatnya. Karena itu, atas saran James, Shofia dan Bianca sebisa mungkin memiliki sedikit interaksi dengan Bianca.
"Sayang, kau semakin cantik!" James berkata dengan hati-hati, mengamati putrinya yang lama tak ia temui.
Bianca mengangguk sekilas, dan duduk di ruang tamu mengikuti tindakan Raymond. Suasana jadi sedikit canggung. Shofia dan Carly masih diam, James juga tak tahu harus berkata apa. Diam-diam, di dalam hati Bianca mendesah pasrah. Hubungan Bianca dan keluarganya cukup rapuh dan rentan hancur. Sungguh mengagumkan dengan hubungan selemah ini, James masih bersedia memberinya warisan utama padanya dan hanya menyisakan beberapa persen saja untuk istri dan putri tirinya.
Sebenarnya, dengan fakta ini saja, orang yang memiliki akal sehat pasti bisa menilai jika kasih sayang James pada Bianca sangat tulus. Shofia dan Carly juga bukan orang-orang yang buruk. Mereka tak pernah sekalipun merebut apa pun yang diinginkan Bianca. Bahkan, mereka berdua cenderung mengalah di banyak kesempatan. Padahal, jika mau diingat-ingat, sudah tak terhitung berapa kali Bianca menyerang ibu dan saudari tirinya secara verbal. James yang selalu menjadi penengah, sering kali ikut terseret dan disalahkan oleh Bianca.
"Aku memiliki sesuatu untukmu. Lihatlah! Kuharap kau suka!" James menyodorkan sebuah kotak berukuran dua puluh kali lima belas senti dengan tulisan "TIFFANY & Co." di atasnya. Bianca membukanya dengam hati-hati, mendapati satu set perhiasan tiffany dengan edisi terbatas. Shofia dan Carly menatap hadiah yang James berikan, tapi senyum mereka tetap terlihat tulus, tak ada jejak iri maupun kecemburuan sama sekali.
Insting Bianca semakin kuat. Dia semakin yakin sebenarnya ibu dan saudari tirinya bukanlah orang jahat yang berniat menguasai harta James. Sikap mereka selalu baik, mengalah, dan tak jarang mengikuti semua kemauan Bianca yang sering kali tak masuk akal. Pernah beberapa Bianca meminta Shofia pergi dari sini, dan wanita itu pergi dengan membawa koper. Akhirnya James yang harus menjemputnya lagi. Mengingat ini, Bianca tersenyum getir. Sungguh sikap Bianca sangat egois dan tak bisa membandingkan hal-hal baik dengan yang tidak.
"Bagaimana kabarmu, Dad? Apa kau baik-baik saja?" tanya Bianca kemudian.
Mendengar nada perhatian dari putri kandungnya, James menunjukkan keterkejutan. Tapi ia segera memulihkan diri dengan cepat. "Ya. Aku baik-baik saja. Aku semakin tua. Tulang-tulangku kadang sedikit nyeri. Tapi itu seharusnya bukan masalah besar sama sekali!"
"Bagus. Kau harus menjaga diri lebih baik. Berolahragalah dengan teratur!" Dalam kehidupan sebelumnya, ayah Bianca mengidap darah tinggi dan riwayat jantung koroner. Sementara Dad bukan orang yang suka berolahraga dengan teratur. Mudah sekali dia ditumbangkan oleh keadaan. Itulah salah satu alasan Gerald memiliki kesempatan untuk melenyapkannya.
Olahraga sangat penting bagi orang tua untuk mempertahankan stamina yang baik. Bianca harap James bisa melalui usia tua tanpa masalah kesehatan dan tetap bugar.
Bianca berbicara cukup aktif malam ini, sebagian besar ditujukan untuk James. Bahkan di meja makan, Bianca beberapa kali membahas masalah bisnis dan bertukar pendapat dengan James mengenai banyak hal. Mata James berbinar senang. Awalnya dia terkejut putrinya yang sombong dan tak tahu apa-apa mencoba bersikap ramah padanya, bahkan Bianca kini mengetahui banyak pengetahuan tentang strategi bisnis. Sekarang, keterkejutan James berubah menjadi semangat yang berapi-api. Dia seperti anak kecil yang diberi kue, terlalu asik jatuh dalam percakapan dengan Bianca, seolah-olah Bianca adalah dewi keberuntungan di matanya.
Shofia dan Carly saling melirik, tak menyembunyikan keterkejutan di matanya. Malam ini Bianca sama sekali tak membuat masalah dan keributan dengan mereka. Bahkan dia berbincang dengan menggebu-gebu bersama James.
Raymond yang paling tenang. Dia tetap makan dengan gerakan anggun tanpa suara, sesekali matanya melirik ke arah Bianca. Meski ia tampak tenang, hanya Tuhan yang tahu apa yang disembunyikan dalam riak matanya yang menawan. Ada emosi asing yang sempat menyeruak di sorot matanya, tapi segera ditahan dan disembunyikan dengan baik.
"Bagaimana dengan bisnismu, Car?" Bianca tiba-tiba bertanya pada Carly tentang bisnisnya. Carly memiliki kesukaan pada desain. Dia menjadi desainer baju dan menggeluti diri dalam bidang tersebut selama bertahun-tahun. Merknya beberapa kali telah dipamerkan dalam beberapa acara dengan dukungan kuat, terutama dukungan dari James.
Carly yang masih shock karena tak menyangka diberi pertanyaan oleh Bianca, segera ditepuk oleh Sofhia untuk menyadarkannya. Akan terkesan tidak sopan jika Carly hanya terperangah lebar dan tak bisa bersuara menjawab pertanyaan Bianca tanpa alasan.
"Ba-baik. Baik. Bisnisku berjalan dengan baik." Carly tersedak, kemudian terbatuk hebat yang membuat Sofhia khawatir. Setelah minum air putih dan kondisinya lebih baik, Carly menatap Bianca dengan malu.
Semua orang kini menatap Bianca heran. Tampaknya keramahan yang tiba-tiba ini membuat mereka semua tercengang. Atau bisa jadi, mungkin mereka curiga pada strategi yang digunakan Bianca kali ini. Siapa yang tahu setelah bersikap baik tiba-tiba Bianca menusuk mereka dari belakang dan menyerang mereka dengan cara-cara licik?
"Bian. Apa kau baik-baik saja?" tanya James hati-hati. Dia suka dengan perubahan putrinya yang terlihat semakin baik dan ramah. Hanya saja … apakah benar perubahan ini tak memiliki niat tersembunyi lain? James takut mental Bianca kacau dan tiba-tiba menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi istri dan putri tirinya.
"Ehm!" Bianca berdaham dengan sedikit canggung. "Aku tahu sikapku selama ini kurang baik dan seperti anak kecil yang selalu mencari masalah. Hanya saja, setelah kupikir-pikir, aku semakin dewasa dan seharusnya aku bertindak lebih dewasa juga. Jadi … bisakah kalian memaafkan sikapku sebelumnya dan mulai lagi dari awal? Aku akan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih masuk akal!"
…