Netra indah Valeria terbelalak mendengar saran kakak sepupunya. Mantap-mantap? Apa itu maksudnya ia harus menyatukan kembali raga mereka? Dalam situasi seperti ini, wanita bertubuh sexy itu tentu saja gengsi jika harus memulai duluan. Walaupun bongkahan es dalam hatinya mulai mencair, tetapi itu tidak semudah yang sang kakak ipar katakan. "Usia kandunganku masih sangat rawan untuk melakukan itu. Lagi pula aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi," bisik Valeria kepada istri Machiko itu. Nayna terkekeh mendengar alibi adik sepupunya yang sudah dia anggap layaknya seorang adik sendiri. Istri dari Machiko itu malah makin bersemangat untuk menggoda Valeria. "Takut atau malu mau meminta?" goda Nayna menaikkan satu alisnya. "Hmm, kuakui Kak Nay selalu bisa membaca pikiranku," jawab Valeri

