Mantap-Mantap

903 Kata

Valeria beranjak dari sofa, mengamati dari jauh lelaki yang kini masih sah menjadi suaminya. Tanpa sadar seulas senyum terukir di wajah wanita hamil itu. Perasaannya menghangat begitu melihat keadaan Erick baik-baik saja. Valeria tahu, bagaimana susahnya menenangkan anak seusia Aldrick yang mungkin masih terus menanyakan ke mana ibunya pergi hingga tidak kunjung kembali pulang ke rumah mereka. Haruskah Valeria bahagia karena kematian Yessinia? Haruskah Valeria merasa bersyukur karena benalu di dalam rumah tangganya telah sirna. Tapi, akankah Valeria mampu menelan semua pil pahit kehidupan, lantas berpura-pura seakan kejadian buruk dalam hidupnya tidak pernah terjadi. Wanita itu menghela napasnya panjang. Menelan salivanya dalam-dalam ketika aroma masakan Erick menyapu udara hingga masuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN