Pernahkah kalian percaya bahwa waktu dapat menyembuhkan luka? Aku mempercayainya, aku dapat merasakan betapa hebatnya sang waktu mengikis pelan-pelan luka yang ada. Aku meyakini jikalau sang waktu mampu meruntuhkan tembok besar penghalang kedekatanku dengan suami dan anak tiriku. Awalnya, aku sibuk merutuki nasibku, aku sibuk menangisi betapa tidak beruntungnya aku sebagai seorang wanita. Tapi sang waktu mengubah segalanya. Dia memberikan petunjuk bahwa cinta adalah alasan kuat kita terus bersama dengan pasangan kita. Tidak ada kunci maaf paling ampuh selain keihkhlasan dalam diri kita sendiri menerima semua keadaan yang ada. Hari terus belalu, bulan pun terus bergulir, bahkan jabang bayi dalam kandungannya telah lahir di dunia dengan selamat. Bayi tampan, penyejuk hatiku yang kami beri

