Extra Part - Yessinia POV

773 Kata

Malam itu, aku masih teringat bagaimana raut wajah lelaki yang begitu kudambakan begitu murung. Terdengar hembusan napas kasarnya meski jarak kami terpaut sekitar dua meter berbatasan dengan kursi single. Lelaki itu, bahkan tidak surut aura ketampanannya meski umurnya berada di akhir angka tiga puluhan. Sorot matanya yang sangat aku sukai, begitu elok, nan rupawan. Bibirnya tipis, tapi seperti lembutnya sutra tenun. Aku mulai memutar gelas, menuangkan minuman pada gelas kaca berukuran mini. "Untukmu, Tampan," ucapku menyapa Frederick Carollino. Lelaki itu tersenyum, menerima gelas yang aku sodorkan lalu tidak pernah melupakan terimakasih. Itulah yang aku sukai darinya, pribadi lembut, serta rendah hati mampu membuat banyak wanita bertekuk lutut di bawahnya. Sayang sekali, Erick sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN