Epilog

979 Kata

Valeria membuka pintu mobilnya perlahan. Hari ini wanita itu memiliki janji dengan seseorang. Wanita berbadan dua itu tampak sangat cantik, perpaduan antara gaun hijau tosca dan sepatu flat melekat sempurna di tubuh moleknya. Meskipun hanya dengan sedikit bedak dan lipstik berwarna nude, auranya tampak mempesona. Dengan kecepatan standart kendaraan besi itu melaju di aspal. Tak butuh waktu lama wanita itu tiba di sebuah kediaman besar bergaya klasik. Terdapat sebuah papan nama besar yang terpasang di bagian depan. Di benda berlatar belakang putih itu tertulis "Dr. Dian Saloka Sp. KJ." Wanita berbibir ranum itu melirik arloji yang melingkar manis di pergelangan tangannya. "Hampir saja aku terlambat." Wanita itu segera memasuki halaman rumah tempat sang dokter kejiwaan itu membuka prakt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN