Sekujur tubuh Valeria seakan dijalari tanaman merambat, terasa kaku dan sulit untuk digerakan. Untuk sesaat, wanita itu hanya diam terpaku. Entah perasaan macam apa yang ia rasakan saat ini? Dadanya perlahan menjadi sesak, sangat sulit baginya untuk bernapas. Sesulit kenyataan getir yang harus ia hadapi. Sedangkan raga mungil yang masih mendekap erat Valeria, seperti tak ingin melepaskan pelukannya. Dengan sedikit mendorong tubuh putra biologis suaminya, ia memilih untuk menjaga jarak. Wanita yang biasa dipanggil Rose oleh Erick itu bergerak mundur. "Cukup! Jangan pernah muncul di depan wajahku!" Usai melepas paksa pelukan Aldrick, Valeria pergi meninggalkan ruang tidurnya. Mencoba untuk menetralkan mebali detak jantung yang terpacu begitu kencang. Mama? Ucapan jagoan kecil itu terus

