Manik mata Erick membulat sempurna mendengar ucapan wanita yang amat dicintainya itu. Hah! Bagaimana mungkin Valeria menginginkan dirinya untuk memilih satu di antara mereka? Sang istri yang berpendidikan itu sekarang berpikiran sangat dangkal. Bukankah wanita itu tahu kalau Aldrick saat ini hanya memiliki dirinya sebagai tiang penyangga. Bahkan istrinya sendiri sudah menyaksikan kepergian ibu biologis Aldrick. Ini sama saja Valeria memberi pilihan layaknya jantung atau paru-paru. Karena keberadaan mereka berdua begitu penting bagaikan organ vital dalam kehidupan Erick. Lelaki itu berusaha menyadarkan istrinya yang kini penuh emosi itu. Jarak di antara keduanya begitu dekat. Sehingga Erick dapat dengan mudah berkomunikasi dengan wanita pujaannya itu. "Rose, apa kamu yakin dengan perta

