Chapter 16 : Elika (2) ****** VIOLETTE kembali ke ruangan Justin seraya mengembuskan napas lelah lewat mulutnya. Gadis itu berjalan menuju ke kursinya. "Terlambat satu menit." Langkah Violette sontak terhenti, lalu satu detik kemudian Violette mengepalkan tangannya. "Maaf, sir," ucap Violette sembari menahan amarahnya. Ia menggigit bibir bawahnya dengan kuat agar amarahnya tertahan. "Well, aku senang kau menjadi penurut," ujar Justin asal. Violette sontak menggeram dan langsung berjalan dengan penuh amarah ke meja Justin. Ketika sampai di depan meja Justin, Violette langsung meletakkan amplop dari Elika tadi dengan tatapan yang sangat mengerikan. Violette terlihat seperti monster saat ini. "Apa ini," ujar Justin dengan tak acuh, pria itu mengalihkan pandangannya untuk menatap Viole

