Senja Menjadi Agen Perubahan

345 Kata
" Kita pelajar sekolah menengah akhir, harus menjadi agen perubahan dan selalu berfikir kritis melihat keadaan sosial kita. Karena saat nanti masuk ke bangku kuliah. Dasar kita sudah kuat" ujar ku kepada para teman-teman saat diskusi di rumah Wawan. " Kita sebagai kaum pelajar tapi belum kaum intelektual loh, jadi kita ini, nantinya dipandang punya peran besar dalam mengubah tatanan sosial. Karena Narasi yang berkembang menyebutkan bahwa, kita pelajar maupun mahasiswa merupakan agent of change atau agen perubahan. Paham broo!!!" " Kita ini pemuda yang diharapkan menjadi generasi penerus bangsa. Tentunya harus mampu membuat perubahan-perubahan positif untuk masyarakat." " Pengertian Sebagai agen perubahan, hanyalah satu dari lima peran yang diberikan kepada kita sebagai pemuda . Selain sebagai agen perubahan, pelajar dan mahasiswa serta pemuda pemudi, juga mempunyai peran sebagai social control, iron stock, moral force, dan guardian of values. Ok bro, ada pendapat lain ?. Baru kemarin kita sudah membikin aplikas esiswa e-osis sebentar lagi e-market. Dan terus maju, harus semagat". Urai ku sambil melempar pertanyaan ke lainnya. " Iya si bro, tapi kita juga harus konsisten. Tidak hanya sekadar latah saja". Ujar Imron, sambil memberikan masukan. " Bahwa Peran besar ini, harus selalu ditanamkan kepada rekan,kawan kita dilingkungan sekolah. Agar pas memasuki bangku perkuliahan. Sudah terbiasa kritis, agar bisa konsisten menjalankan peran perubahan ini dengan baik. " " Ya, kita sebagai pelajar, juga perlu membangun kesadaran akan potensi kita. Dan tidak hanya diam saja, ketika melihat realita sosial dilingkungan sekitar kita. Tentu juga harus ingat, dijaman serba canggih serba cepat. Jangan mudah percaya akan arus informasi yang belum tentu dipercaya kebenaranya. Gimana bro?" Wawan pun tersenyum bangga melihat Imron semakin cerdas. Sambil menambahkan omongan, bahwa kita yang ada acara diskusi ini, adalah kalangan terdidik, untuk itu, harus berani mempertanyakan status quo dan mendobraknya agar terjadi perubahan. Kalaupun mentok, baru kita tambahi dengan aksi nyata turun kejalan. " Ya, mau atau pun tidak, kita juga perlu ngajak kakak-kakak mahasiswa. Agar saling bahu-membahu menjadi agen perubahan. Dan selalu punya keberanian serta bersikap kritis". Omongan Wawan sambil mengahiri diskusi, karena sudah malam. Sebab, besok berangkat sekolah. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN