Pangkalan ojek Rumah sakit BMC. Sambil mengunyah cireng yang mulai alot, Satria tetap standby. Bagaimanapun juga Satria tetap khawatir dan cemas pada keadaan sahabatnya, jadi dia masih tinggal di sana. Jika Kikan butuh bantuan untuk membawa Kaisar, Satria pasti akan maju duluan untuk menolong mereka. “Bang Sat! Cewek yang tadi, bocah SD yang mamanya kenapa?” Satria menoleh pada A Perdi yang kepedasan mengunyah bala-bala dengan cabe rawit hijau sehingga bibirnya mengeriting mirip seperti bunga bangkai bermekaran. “Hah? Bocah SD yang mana?” “Itu yang barusan Bang Sat anterin!” “Itu mah bukan bocah bos! Itu bininya Kaisar! Kenal gak sama dokter kandungan yang paling viral di rumah sakit ini?” Mendengar ucapan Satria, A Perdi menganga. Perpaduan antara kepedasan sekaligus terkejut menge

