29

1167 Kata

“Film-nya mau di mulai kan? Duduk!” Arin terkesiap. Matanya membulat sempurna di tengah kegelapan. Dia tak bisa mencecar Satria dengan berbagai pertanyaan sebab film sudah di mulai. Arin juga tidak bisa lewat supaya bisa turun dan keluar dari ruangan theater untuk menyusul mamanya sebab Satria menyilangkan kaki jenjangnya memblokade akses keluar Arin. Saat itu pesan chat masuk dari mamanya. Dengan sebuah kalimat singkat, mama Nella bilang kalau dia sudah naik taksi online menuju rumah. Mama Nella juga mengijinkan Arin untuk pulang terlambat asal dengan Satria. Dihempaskannya napas berat. Dengan wajah ditekuk Arin memasukkan ponselnya ke dalam tas kecil yang ia bawa. Lantas, ia berusaha menyimak dan menikmati film yang di sajikan. Arin tidak begitu menikmati film ini, sebab Arin memang t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN