28

1580 Kata

“Lo mau ngapain?” Satria terkejut mendapati Arin yang tiba-tiba saja membuka matanya dan memberinya tatapan tajam. Hal itu tentu membuat Satria gugup seketika. “Ma-mau … mau ambilin belek kamu tuh, gede banget segede tangan godzila!” jawab Satria berdalih. Untuk beberapa saat sepertinya kesadaran Arin belum terkumpul sepenuhnya, akan tetapi saat ia menyadari betapa dekat jarak antara dirinya dan Satria, Arin segera membelalakan mata seraya mendorong tubuh Satria untuk menjauh dari hadapannya. “Aduuh elo ngapain sih deket-deket? Gak paham apa, gue bilang jangan lewati batas!” “Hoy hoy! Siapa yang lewati batas sih, Rin? Coba liat ke belakang kamu!” pinta Satria dengan wajah setengah bonyok karena tertempel ke dinding. Arin menjeda aktivitasnya yang kini mendorong badan Satria ke dindin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN