"Kejutan apa sih, Rin? Lo dapet door prize di kamar gue?" Satria bertanya dengan jantung yang tidak kalah berdebar kencang pula, dia takut hal-hal yang ditemukan oleh Arin adalah hal yang bisa membuat Arin salah paham dan hubungan antara mereka menjadi renggang lagi. Arin tersenyum tipis. Dia menggeser tubuhnya sehingga Satria bisa melihat kotak sepatu yang Satria tahu apa itu isinya. Kedua mata Satria membulat sempurna, dia tahu betul Arin pasti sudah melihat isi dari kotak sepatu itu, sebab kotak itu telah terbuka. Kotak yang menyimpan isi hati Satria di masa lalu. "Arin!" pekik Satria. Buru-buru dia hampiri kotak itu dan memeriksa sejauh mana Arin sudah mengobrak-abrik isi kamarnya. "Maaf ya kalau gue lancang, tapi satu hal yang mau gue tanyain, kenapa Lo sembuyiin ini?" "Se-sembu

