Dan disinilah Satria berada. Di salah satu kafe tak jauh dari rumah sakit, Satria harus menghadapi Vanila juga Keenan. Beberapa saat lalu ketika Vanila menyapa, ternyata di belakangnya Keenan membuntuti. Vanila bilang ada keperluan ke rumah sakit tersebut, tak mengira jika tadi pagi dia bisa berpas-pasan dengan Kaisar sehingga mereka bisa ke rumah sakit bersama. Lalu, untuk pulang Vanila meminta Keenan untuk menjemputnya sebab Satria tak pernah menggubris chat dari Vanila. “Jadi chat aku tuh gak pernah di liat tahu! Kemarin juga tiba-tiba di blok! Jadi jangan cemburu ya, Sat, kalau Keenan yang jemput aku!” ujar Vanila sambil memainkan sedotan di gelas minumnya. Bodo amat, anjir! Satria mendumal sambil menderlingkan matanya. Dia malas berhadapan dengan Vanila. Sesekali Satria melihat pons

