“Hari ini pulang kaya biasa kan?” tanya Satria saat Arin memberikan helm padanya. Arin mengangguk sambil melihat jam yang melingkar di tangannya. “Gak terlambat kan?” tanya Satria lagi. “Nggak sih, lo kan bawanya kaya orang mau antri sembako! Gue sampe takut!” “Takut kenapa?” “Takutnya lo bukan anterin gue ke RS tapi malah anter gue ke Rahmatullah!” “Wahaha bisa aja sih sayangnya gue ini!” balas Satria sambil mengacak rambut Arin. "Cih!" Arin menepis tangan Satria dengan mata melotot, kesal sebab sudah berpenampilan rapi-rapi tapi Satria malah mengacak rambut Arin seenak jidat. “Akh bang Sat!” pekik Arin kesal disertai sebuah pukulan mendarat di bahu Satria. “Ampun-ampun kanjeng ratu! Ya udah kalau gitu lo masuk gih! Nanti gue jemput lagi, pokoknya jam tiga gue udah standby di sin

