Ketika Kaisar menyadari bahwa istrinya bersama kedua sahabatnya yang lain, saat itu juga Kaisar merasa tak tenang. Bukan karena takut istrinya di ganggu dua pejantan itu, tetapi Kaisar takut pada keselamatan dua bujang yang dulu sempat diseruduk perutnya oleh Kikan. Untung saja Satria ada di sini, sebab daripada dua sahabatnya, Satrialah yang mulut dan tingkah lakunya lebih diluar nalar, Kikan bisa cepat tersulut emosi jika berhadapan dengan Satria. Sedangkan Satria tak ubahnya seperti anak bebek yang mengekor induknya, dia lari ke sana kemari sambil memanggil-manggil nama Kaisar. Mereka otomatis menjadi pusat perhatian, sebab menjadi dua pria yang paling heboh sebagai pengunjung mall. Saat Kaisar tahu istrinya ada si salah satu tempat minum, Kaisar segera pergi tak mempedulikan Satria ya

