Siang itu Arin memang sedang sibuk, memasukkan beberapa barang ke dalam kardus. Bukan hanya barang-barang punya Satria saja yang dia masukkan ke dalam kardus, tetapi semua barang pribadi miliknya juga. Ketika kedua tangannya sibuk, Mama Nella hadir membawakan segelas minuman dingin untuk putrinya. "Minum dulu, Rin!" titah Mama Nella. Arin menjeda aktivitasnya dan segera menyambar minuman pelepas dahaga itu, sambil menghapus kasar bibirnya saat sisa-sisa minuman tertinggal di sudut mulutnya ia berterimakasih pada mamanya. "Makasih ya, Ma!" "Sama-sama, sayang." "Makasih buat minumannya sama buat support mama selama ini," sambung Arin sehingga Mama Nella tersenyum. Wanita dengan rambut yang mulai beruban itu duduk sambil memeluk nampan dan menatap putrinya baik-baik. "Mama gak masalah n

