36

1331 Kata

“Akhirnya bisa pulang juga!” ucap Arin sambil memukul-mukul pundaknya yang terasa pegal. “Eh hape gue mana?” Arin baru sadar bahwa sedari tadi dia tak melihat ponselnya, Arin mencari-cari di sekitar komputer dan bahkan memutar kursinya dan menatap Nur dengan tatapan tegas. “Kamu lihat hape saya?” “Nur … masukin ke laci, Mbak! Abis Mbak naro hp-nya sembarangan.” “Oh gitu? Thanks ya!” Nur melongo, masih dengan mata menyelidik mencurigai gerak-gerik Arin. Dia takut jika Arin diam-diam menyukainya. “Mbak Arin, nanti sabtu minggu mau kemana?” cegah Nur saat Arin bersiap meninggalkan pos perawat. “Kerjalah! Emangnya dokter Kai yang punya privilege bisa libur Sabtu-Minggu? Tapi meski gitu juga kan dokter Kai kadang isi seminar juga, kan?” Nur mengangguk-angguk dan kembali melontarkan pert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN