Sebuah ide gila hadir dalam isi kepala Arin. Sepertinya gadis itu mulai gila jika ia benar-benar nekat menjalankannya. Arin tahu, Satria bisa saja marah tetapi Arin masih memiliki simpati bahwa akan sangat menyayangkan jika Satria akan memiliki pendamping yang salah nantinya. Jadi Arin membulatkan tekadnya untuk mencarikan Satria jodoh, sebab Arin tahu Satria itu bodoh dalam hal berteman bahkan mencari jodoh. Tapi masalahnya bagaimana dia bisa menghadapi Satria setelah kemarin mereka bertengkar dan perang dingin? Suara alat masak beradu diiringi aroma masakan yang menyeruak membuat cacing-cacing di perut meronta minta di beri makan. Arin tahu, pasti Satria sedang masak, membuat hidangan sarapan lezat seperti biasa. Tapi bagaimana caranya Arin menyapa Satria? Apakah mereka akan tetap bers

