47

1088 Kata

“Ekhem! Meow-meow~ perawat Arin lagi apa?” “Hah!” Arin terperanjat, ponselnya hampir jatuh saat suara Kaisar terdengar dari arah belakang. Saat ia berbalik, Kaisar dan Nur sudah berdiri melihat Arin dengan tatapan bingung. “Hehe, maaf ya ganggu ya? Lagi telponan sama siapa sih? Kepo banget soalnya perawat Arin yang kaku kaya pasien ortopedi ini tiba-tiba jadi manis macem gula tebu!” ujar Kaisar dengan senyum cerah mencoba mencairkan suasana. Terlihat sekali Arin tegang, wajahnya menjadi pucat dengan jantung berdebar cepat. Dia harap, Kaisar dan Nur tidak sempat melihat layar ponsel miliknya. “Lagi telponan sama bapak saya!” jawab Arin lalu pergi keluar ruangan meninggalkan dua manusia medis yang satu rekanan dengannya. Kaisar dan Nur saling bertatapan dengan wajah bingung. “Bukannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN