51

1778 Kata

“Rin, Arin!” “Bang … bang Sat?” kedua mata Arin membola melihat kehadiran Satria secara tiba-tiba. “Kok lo di sini?” tanya Arin dengan perasaan terkejut. “Gue kangen sama lo, Rin!” jawab Satria seraya mendekati Arin. Gerakan Satria yang seakan terburu-buru membuat Arin mundur supaya ada jarak di antara mereka. “Lo kok mepet-mepet gini sih, Bang?” protes Arin seraya menahan tubuh Satria dengan tangannya tetapi Satria tak menjawab, dia hanya menatap Arin dengan mata gusar dan terus berusaha mempersempit jarak diantara mereka. Arin pun tersudut, dia tak bisa kabur kemana pun sebab di belakangnya adalah dinding rumah sedangkan di kanan-kirinya tangan Satria telah menghalangi jalan keluar bagi Arin. “Bang … Sat? Lo sehat? Lo, umhh!” Arin tak bisa menyelesaikan kalimatnya sebab Satria tel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN