Tuuut … tuuut …. Satria menatap tajam layar ponselnya. Panggilannya melalui aplikasi chat pada Arin tidak terhubung sama sekali. Jarang-jarang Arin seperti ini. “Dia gak ngambek ke gue kan? Semalem tangan gue sopan kan? Gak grepe-grepe kemana-mana kan, ya?” Satria cemas sendiri sambil mengingat-ingat tadi pagi toh Arin masih tersenyum dan bersikap seperti biasanya. Akan tetapi entah apa yang membuat Arin tidak menerima panggilan WA-nya. “Oy, Bang Sat kenapa gelisah banget sih?” Keenan datang dengan sekantong plastik es teh manis. Wajahnya memerah entah karena kepanasan atau karena habis makan mie ayam pedas kesukaannya, tetapi nampaknya wajah yang bersemu merah itu adalah gabungan dari keduanya. Nampak sekali dia merasa gerah sekaligus kepedasan. Keringat yang mengucur dari pelipisnya

