Akhirnya, kelar juga kerjaan! Arin membathin. Setelah ia mengganti seragamnya dengan pakaian lain, langkahnya dipercepat keluar dari gedung rumah sakit. Sejujurnya Arin sudah ngantuk berat sebab semalam ia kurang tidur. Satu hal mengejutkan terjadi, disaat ia keluar rumah sakit, matanya yang berat menahan kantuk itu terbuka lebar secara tiba-tiba. Tatapannya bertemu dengan tatapan Satria yang duduk di warung kopi sebrang jalan. Gaya Satria yang mengenakan pakaian cerah dengan motif beragam membuat Arin terlonjak. Dia merasa tiba-tiba sakit kepala apalagi saat Satria melambaikan tangan padanya, membuat beberapa orang secara otomatis menoleh pada Arin. Tak ingin menjadi pusat perhatian, Arin segera berpaling. Ia memilih untuk kabur. Sumpah, bang Sat kenapa sih? Pikirannya ketinggalan di r

