Aya duduk melamun di tempat tidur seraya mengingat kejadian sore tadi, setelah insiden memeluk Rafa dari belakang tidak banyak ucapan yang keluar dari mulut mereka. Aya menghela napas panjang dengan perasaan yang mulai goyah, niat untuk segera berpisah dengan Rafa malah berganti dengan perasaan tidak rela. "Mami," Aya menoleh pada Al. "Al kangen Papi," ucap Al seraya melukis abstrak di seprai. "Al mau pulang, mau ketemu sama Papi." Al mendekati Aya dengan tatapan memohon. "Ayo kita pulang," ajak Al mulai menarik-narik tangan Aya. "Al..." "Pulang! Al mau pulang! Ayo Mami!" Al merengek terus-terusan menarik tangan Aya hingga tubuh Aya mulai bergerak karena Al menariknya dengan cukup keras. "Kita di sini aja," "Enggak, Al mau pulang, mau ketemu Papi. Ayooo!" Aya diam bingung apaka

