Rafa menceritakan semuanya kepada Aya, menceritakannya secara mendetail tanpa ada yang ia tutupi sedikitpun. Selama Rafa bercerita Aya hanya diam tanpa mengeluarkan suara, namun sempat terlihat beberapa ekspresi yang keluar dari wajah Aya, seperti ekspresi bingung, kecewa dan lain sebagainya. "Kenapa sih kebodohan kamu gak hilang-hilang?" Rafa memilih untuk diam membiarkan Aya yang berbicara untuk kali ini. "Apa sih yang ada di pikiran kamu waktu itu? Malu? Gengsi? Gak siap dengerin kata-kata Papi aku? Kamu bukan anak kecil tau gak, kamu udah punya anak seharusnya kamu bisa berpikir lagi jauh lagi. Kalo udah kayak gini mau gimana? Semuanya udah sia-sia, gak ada yang bisa diharapkan lagi." Rafa mengalihkan wajahnya pada kulkas seraya merutuki kebodohannya setelah mendengar ucapan Aya.

