10

948 Kata

"Gak ada gunanya lo di sini, pergi." "Gimana..." "Aya? Kandungannya? Keguguran." Nia tersenyum penuh makna. Rafa duduk di kursi yang ada di depan ruangan di mana Aya berada, kepala Rafa tertunduk. "Nyesel? Lo denger, gak guna, sedikitpun gak guna sumpah. Lo mau tau, udah dua hari janin yang ada di perut Aya meninggal dan baru ketahuan tadi! Kenapa bisa? Karena Aya terlalu stres, dan itu semua gara-gara siapa? Gar-" "Gue! Iya gue tau, gara-gara gue!" Rafa memotong ucapan Nia dengan nada tinggi membuat beberapa orang juga suster yang berada tak jauh dari mereka menoleh. Nia kembali tersenyum, "bagus, bagus kalo lo sadar." Nia mengangguk. "Aya bahkan keluarga gue, kita semua udah gak percaya lagi sama lo, k********r nya kita semua udah benci sama lo. Satu hal lagi, Aya udah siap untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN