Bab 2

687 Kata
Sudah 2 hari berlalu Aurelia mengurung diri di kamar hanya keluar saat makan atau jalan-jalan di taman rumah. Semua yang menimpanya bak mimpi sulit memahami kenyataan bahwa dia berubah menjadi orang lain. Identitasnya berubah dari karyawan menjadi artis begitu pula status berubah menjadi menikah. Belakangan ini Aurelia merenungkan dan mencoba mencari jalan untuk melangkah kedepannya. Dia juga harus mandiri dan kuat karena yakin Arva akan menceraikannya cepat atau lambat. Aurelia mulai mencari barang pemilik asli yang dianggap penting. Setelah 1 jam mencari Aurelia menemukan diary yang menulis perjuangan cinta pemilik asli dari awal pertemuan, pertemuan berikutnya, awal jatuh cinta, dan penolakan yang dialami. Meski begitu pemilik asli tetap teguh dan terus berjuang untuk mendapatkan cinta Arva semua tertulis jelas di buku diary dan surat cinta yang tak pernah mendapat balasan. Ada pula kertas-kertas origami berisi harapan pemilik asli dengan suaminya. Sungguh ironi Aurelia mencibir tidak seharusnya wanita merendahkan diri untuk cowok yang layak dicintai, tak punya hati, dan sangat menyebalkan. Aurelia semakin membenci Arva yang sangat egois dan terpikir "apa jangan-jangan dia nggak suka sama wanita" Aurelia menggelengkan pikiran yang tak jelas dan fokus mengemasi barang-barang tersebut ke koper bersama jaket jeans serta beberapa dokumen penting lainnya. Aurelia memutuskan untuk mengunjungi orang tua pemilik asli ingin mengetahui bagaimana respon keluarga terhadapnya. Setelah selesai berkemas Aurelia memakai kaos putih gucci, jeans sobek-sobek dan memakai topi baseball, dengan rambut dikuncir kuda. Aurelia terlihat muda seakan umur 19 tahunan. Aurelia melangkah pergi dengan membawa koper dan terlihat para ART yang khawatir akan tingkah nyonya muda nya. "Nyonya mau kemana, kok bawa koper segala" ucap Bi Narsih yang khawatir akan nasib nyonya muda. Bukan lagi rahasia bahwa semua orang mengetahui hubungan antara Aurelia dan Arva tidak harmonis padahal ketika dipasangkan mereka cocok dari segi penampilan maupun status keluarga, namun apa daya sikap Arva selalu cuek dan tak jarang galak yang membuat orang ketar ketir termasuk pembantu mereka. "Saya mau ke rumah orang tua, kalau suami tanya kau jawab seperti itu" ucap Aurelia melangkah dengan menyeret koper "Tapi nyonya kalau tuan marah, bagaimana?" ucap Bi Narsih "Itu tidak mungkin, bibi nggak perlu khawatir suami nggak akan marah. Lagian saya lagi butuh suasana baru, kangen juga orang tua" ucapnya yang perlahan keluar rumah dan menuju parkiran mobil "Yaudah nyonya, hati-hati di jalan" ucapnya Bi Narsih yang merasa bahwa memaklumi nyonya muda kangen orang tua secara biasanya dimanja sekarang harus terpisah apalagi setelah 6 bulan pernikahan belum pernah berkunjung. "Iya bi" ucapnya yang ramah Aurelia memasukkan kopernya ke mobil miliknya Porsche 911. Dan langsung meluncur ke luar halaman rumah dan pergi menuju rumah orang tua pemilik asli. *** Sementara itu Arva benar-benar merasakan perbedaan yang terjadi pada istrinya. Tidak lagi menempel, tidak lagi mengirim pesan yang tak perlu. Bahkan di rumah cenderung acuh tak acuh. Begitu pula 2 hari ini sang istri cenderung diam dan mengurung diri. Apa dia kecewa? Arva bertanya-tanya Arva menepis pemikiran itu, kenapa harus peduli dengan wanita yang begitu memuakkan. Setelah pekerjaan selesai, Arva pulang lebih awal. Dan didapati rumah sepi bahkan tanda-tanda Aurelia tak didapatinya. "Bi, Aurelia apa ada di rumah?" ucap Arva yang merasa ada yang janggal "Saya tidak tau tuan, tadi saya belanja bulanan. Narsih mungkin mengetahui keberadaan nyonya" ucap Bi Ina "Kalau gitu panggil Narsih secepatnya" ucapnya dengan tegas "Baik tuan" Bi Ina berjalan cepat mencari Narsih Bi Ina mencari Bi Narsih, setelah menemukan Narsih yang sedang mengupas kentang. Bi Ina memanggilnya untuk menghadap Arva "Tuan, anda memanggil saya" ucap Bi Narsih yang cemas "Iya, saya mau tanya Aurelia apa ada di rumah?" ucap Arva sambil menyilangkan tangan "Menjawab tuan, nyonya muda pergi ke rumah orang tuanya" ucap Bi Narsih "Oh begitu, ya sudah kamu kembali kerjakan tugasmu. Lain kali kalau ada apa-apa di rumah bilang ke saya" ucap Arva yang memikirkan tingkah aneh istrinya. 'Setahunya hubungan Aurelia dan orang tuanya memburuk karena menolak pernikahan mereka.Tapi sekarang tiba-tiba mau kembali ke rumah orang tuanya. Apa dia mengadu dan minta bantuan mereka. Entahlah cewek itu memang merepotkan' pikir Arva "Baik tuan" Bi Narsih yang menghela nafas lega dan kembali ke dapur melanjutkan tugasnya Sementara Arva duduk di sofa menonton tv dan sesekali melamun memikirkan perubahan sikap istrinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN