Sore harinya Aurelia dan mama Sasi disibukkan dengan menyiram dan memotong bunga yang ada di taman.
"Ma, bunga disini terawat dengan bagus. Indah pemandangannya" Aurelia melihat aneka bunga tertata rapi
"Tentu, mama suka banget lihat bunga. Dan papamu juga memberikan dukungan penuh, dengan kerjasama petani bunga untuk membeli varietas unggul" ucap Sasi yang bangga memiliki suami pengertian
"Wow pantas saja semua begitu menawan" Aurelia kagum dengan pemandangan sekitar terdapat aneka variasi bunga yang terjaga apalagi tata ruang taman begitu menakjubkan
"Iya gitu. Oh ya sayang kamu free sampai kapan?" Sasi memahami bahwa jadwal artis tidak mudah. Bahkan jika sibuk di rumah cuma bisa hitungan jam, selebihnya dihabiskan di lokasi syuting
"Beberapa hari lagi ma. Minggu depan aku udah mulai syuting variety show" ucap Aurelia tenang.
Beberapa hari lalu manajer Aurelia, Sofia Kiel menghubungi bahwa dia harus mengikuti variety show yang disiapkan oleh perusahaan, karena sepinya job dia harus menerima penawaran tersebut. Jika tidak karirnya akan semakin terancam.
"Variety show apa sayang" Sasi mengkhawatirkan pekerjaan putrinya yang sering dihujat sebagai vas
"Variety show "Bertahan hidup" yang mengharuskan peserta untuk bisa mencari makan sendiri di desa" Aurelia tampak santai karena menurutnya itu hal yang biasa
"Apa??? Mama nggak izinin kamu pergi ke variety show macam itu" Sasi mengerutkan kening merasa putrinya dianiaya
"Ayolah ma, izinin aku. please" ucap Aurelia yang bertingkat manja
"Nggak usah sok imut. Mama tetap nggak izinin kamu ikut acara seperti itu" ucap Sasi. Sasi yang nggak tega melihat anaknya melakukan hal sulit.
"Janji deh ma, aku bakalan baik-baik saja. Beneran deh" bujuk Aurelia
"Mama tetap nggak mau izinin kamu" Sasi yang melangkah pergi masuk ke dalam rumah dan menenangkan diri di sofa ruang keluarga
Aurelia bingung tak memahami kecemasan sang mama. Maklum saja di kehidupannya dulu jarang ada yang perhatian palingan juga hanya segelintir saja itupun kadang ada maunya. Maka dari itu dia terbiasa mandiri dan bersikap dingin. Kehidupannya benar-benar berbeda sekarang, sehingga perlu beradaptasi. Aurelia pun dengan langkah gontai menuju mamanya. Aurelia berusaha membujuk dan menenangkan mamanya.
Sementara itu Fransisca kembali pulang ke rumah orang tuanya karena mengetahui adiknya disana. Fransisca sangat menyayangi Aurelia, dia sudah rindu berbulan-bulan makanya mengetahui kabar adiknya dia langsung pergi dari kantor.
Beberapa menit kemudian Fransisca datang ke rumah keluarga Robert. Fransisca melihat adik dan mamanya yang saling diam. Fransisca berdehem mencoba mencairkan suasana. Namun tak kunjung mendapatkan respon. Fransisca pun menyapa mereka.
"Mama, aku pulang" Fransisca yang menghampiri mamanya
"Fransisca, kamu pulang. Mama kangen banget sama kamu" Sasi yang memeluk putri pertamanya
"Biasa kali. Oh kenapa mama sama adek perang dingin gitu" Fransisca merasa ada yang tak beres
"Itu adekmu tuh masa' mau ikut acara "Bertahan hidup" mama kan nggak mau dia kenapa-napa" ucap Sasi menjelaskan masalahnya
"Oh itu. Ma izinin adek biar bisa belajar mandiri dan tanggung jawab dia kan sudah besar, sudah menikah pula" ucap Fransisca yang merasa Aurelia perlu belajar menjadi sosok dewasa meski dalam hati dia juga sama cemasnya dengan sang mama
"Kamu kok gitu sih kak. Kamu tau sendiri kan dari dulu sampai sekarang adek nggak pernah hidup susah. Gimana nanti di acara itu mama nggak bisa bayangin deh" Sasi begitu menyayangi putrinya
"Mama percaya deh, adek pasti bisa" ucap Fransisca yang percaya pada Aurelia
"Sulit kak" ucap Sasi lesu
"Cobalah beri kesempatan pada adek" ucap Fransisca berusaha menguatkan mamanya
"Ok, mama berikan kesempatan kali ini. Asal adek berjanji bila ada masalah langsung bilang" Sasi mencemaskan putrinya
"Makasih ma, aku akan melakukan yang terbaik" ucap Aurelia optimis
"Ya, mama pegang kata-katamu" ucap Sasi berusaha kuat
Mereka bertiga pun berpelukan lama melepaskan emosi yang ada.
"Gini baru aku senang ma, kayak dulu" Fransisca mengingat kenangan lama
"Iya mama senang adek sama kakak kumpul. Jadi nggak sepi lagi" ucap Sasi bahagia
"Oh sampai lupa, aku tadi bawa perhiasan terbaru. Lihat deh apa kalian suka" Fransisca mengeluarkan 3 set perhiasan terbaru dari perusahaannya yang tadi sempat dibawa.
Aurelia dan mama Sasi melihat serta menyentuh perhiasan. Terlihat mode yang ada dan struktur nya
"Wah, perhiasannya bagus deh kak. Terlihat trendi" Aurelia memang bukan pencinta perhiasan, tapi dia juga tau perhiasan bagus atau tidak.
"Iya, perhiasan memang bagus. Mama suka" puji Sasi pada putri sulungnya
"Yaudah kalian ambil aja. Tapi jangan lupa promosinya" ucap Fransisca semangat melihat orang disayangi menyukai idenya
"Beneran kak"
"Tentu, mana mungkin kakak bohong"
"Ok, aku akan lakukan promosi. Biar banyak yang beli" Aurelia antusias
"Gitu dong, ini baru adek kakak" ucap Fransisca senang melihat perubahan Aurelia
Mereka pun menghabiskan malam bersama dengan penuh tawa. Saling curhat, berbagi cerita menarik hingga hubungan kembali erat