Keesokan harinya Aurelia bangun pagi dengan penuh semangat. Memakai dress lengan pendek warna pink, memakai riasan tipis, dan lipstik cerah. Dengan rambut tergurai yang berhiaskan jepit rambut mutiara membuatnya berubah menjadi feminim, fresh, dan energik.
Turun dari tangga, dan melihat mamanya telah siap dengan menggunakan mini dress yang anggun dan anggun
"Selamat pagi sayang" ucap Sasi
"Selamat pagi ma, mama kelihatan cantik sekali hari ini" ucap Aurelia yang memandang mamanya kagum, benar-benar terawat kulit putih, dan terasa awet muda.
"Memangnya biasanya mama nggak cantik" ucap Sasi
"Mama selalu cantik. Kalau orang lihat kita jalan bareng semua akan berkata kakak-beradik bukan ibu-anak" ucap Aurelia dengan mulut manis
"Kamu bisa aja sayang, mama jadi terharu" Sasi merasakan kehangatan kebersamaan bersama putrinya setelah berbulan-bulan terpisah
"Terus sekarang mau kita pergi kemana ma?" Aurelia nampak antusias
"Nanti ke RCIF Mall langsung ke salah satu toko Gucci" ucap Sasi yang melihat wajah cerah putrinya
"Ok"
Keduanya pun semangat pergi ke mall setelah sarapan pagi roti dan s**u. Keduanya bersemangat berbelanja di Mall yang termasuk terbesar di kota ini. Di toko Gucci Sasi memilah baju satu persatu secara seksama dan mencocokkan pada putri kesayangan.
Aurelia hanya pasrah melihat semangat ibunya dan mencoba mendadani dirinya meski rasa letih harus bolak balik ganti baju di ruang ganti.
Setelah 1 jam berlalu berbagai item dapat dibeli mulai dari kaos, rok, dress, kemeja, jeans, aksesoris kecil lain. Membuat bodyguard kewalahan membawa barang, muka sangar bodyguard harus tertunduk lesu kala harus menenteng bawaan bosnya.
Aurelia pun mengerutkan kening melihat belanjaan yang menumpuk.
"Ma, belanjanya kok banyak banget. Nggak takut papa marah" Aurelia merasa belanjanya terlalu berlebihan padahal di rumah masih punya banyak baju
"Nggak dong sayang. Papamu kerja keras ya buat ini. Jangan khawatir kamu ini kok berubah banyak. Jangan-jangan...." Sasi merasa ada yang ada tak beres dengan putrinya
"Jangan banyak berpikir ma, aku hanya merasa ini berlebihan" ucap Aurelia santai
"Kamu sudah dewasa sayang, mama bangga banget" Sasi yang memeluk putrinya. Sasi senang melihat perubahan putrinya menjadi lebih dewasa dan masuk akal tidak lagi sombong seperti dulu.
"Iya, dengan seiringnya waktu aku belajar banyak" ucap Aurelia yang terharu mendapatkan kasih sayang yang dia impikan sejak kecil
"Bagus, tetaplah jadi putri kesayangan mama" ucap Sasi
"Ok. Sekarang kita mau pergi kemana lagi" ucap Aurelia yang penuh semangat
" Restoran, kelihatan ada yang lapar soalnya" Sasi yang melihat gerak gerik putrinya, meski antusias berbelanja di Mall. Tapi nampak kelelahan.
"Iya ma, aku memang lapar" Aurelia yang senang diperhatikan oleh mamanya
Keduanya melangkah ke restoran yang hitz di Mall. Terdapat ada hidangan yang menggugah selera. Aurelia memilih chicken steak, dan Milk tea. Sementara Sasi lebih memilih pasta dan fruit juice. Setelah hidangan sampai, keduanya menikmati makanan dan minuman tersebut. Dengan suasana restoran yang kekinian membuat orang betah berlama-lama dan banyak yang berfoto di spot yang bagus.
"Ma, nanti foto disana. Mau nggak?" Aurelia menunjuk salah satu spot yang menarik di restoran
"Boleh aja kalau sudah sepi" ucap Sasi yang merasa senang bisa menghabiskan waktu dengan putrinya
Saat keadaan mulai sepi, keduanya melepas penyamaran dan asyik berfoto. Setelah puas keduanya melanjutkan penyamaran dan kembali berjalan-jalan di Mall.
"Sayang, sekarang mau apalagi. Mumpung di Mall kita beli apapun yang kamu mau" ucap Sasi sungguh-sungguh
"Jalan-jalan aja ma, nanti kalau ada yang menarik kita beli" ucap Aurelia santai
"Ok"
Mereka pun pergi menelusuri mall, sampai akhirnya Sasi berpapasan dengan sahabatnya. Leona Hendrik istri pengusaha keluarga Danish, terkenal royal, glamor, friendly.
"Leona" sapa Sasi menghampiri sahabatnya
"Siapa ya?" Leona yang merasa tak kenal
"Ini aku Sasi" Sasi melepas kacamatanya
"Oh, Sasi. Kirain siapa?Kamu lagi apa di Mall" ucap Leona
"Aku belanja dengan putriku Aurelia, kamu sendiri ? tanya Sasi
"Aku habis seret putraku supaya refreshing, nggak di rumah mulu" Leona yang geram dengan putranya yang selalu menghabiskan liburan di rumah
"Yang mana putramu?" Sasi melirik sekitar
"Biasa lagi beli handphone baru"
"Oh"
Melihat ibu-ibu akrab, Aurelia melangkah menghampiri mereka.
"Sayang, kenalin ini teman mama Tante Leona" Sasi mengenalkan putrinya
"Halo Tante nama saya Aurelia Farasya" ucap Aurelia memperkenalkan diri
"Oh Aurelia, sekarang udah besar dulu masih kecil suka banget makan di rumah tante" Leona mengingat masa lalu anaknya dan Aurelia
"Benar sayang, kamu suka bolak balik rumah tante Leona, buat makan. Sekarang kamu udah nggak balik ke luar negeri" Sasi yang sahabatnya itu tinggal di negara A
"Nggak, diluar negeri tinggal putra sulung ku yang mengurus usaha. Sekarang aku, suami, dan si bungsu tinggal disini" ucap Leona santai
"Ohh, bagus dong kita bisa sering kumpul seperti dulu"
"Iya senang sekali"
"Yaudah aku jalan dulu"
"Bentar, kamu belum lihat putraku"
"Lain kali aja"
"Ok deh, jangan lupa hubungi aku" ucap Leona memberikan kartu namanya
"Siap jeng" ucap Sasi yang beranjak pergi dengan Aurelia
Di sepanjang jalan Sasi antusias menceritakan kisah masa lalu persahabatannya dengan Leona. Aurelia hanya menunduk dan mendengarkan. Setelah beberapa saat mereka kembali ke rumah. Aurelia pun menata barang yang baru dibeli di lemari. Setelah itu melakukan relaksasi dengan mendengarkan musik
*****
Sementara Arva, disibukkan akan pekerjaan di kantor hingga membuat karyawan ikut lembur. Sehingga banyak karyawan mengeluh dan berharap supaya bosnya bisa bekerja biasa tidak berlebihan, karena meski bayaran tinggi tapi waktu terus tersita bagaimana bisa dapat pasangan dan memiliki keluarga.