episode 32

1001 Kata

33 "Lalu apa hubungannya denganku? aku tidak mengenalkan wanita lain sebagai istriku, "bingung Merik. "Itu benar, tapi bukan itu maksudku,"ucap Rumina yang sudah mulai hilang kesabarannya. "Lalu apa maksudmu, Rumina? dari tadi kau berputar-putar saja, dan untuk apa kau membaca novel tidak bermutu seperti itu?! "balas Merik yang juga sudah kehilangan kesabaran. "Enak saja tidak bermutu, itu novel terbagus, endingnya saja mengharukan, "sungut Rumina. Pria itu tak terima jika sahabatnya mengatai novel kesayangannya sebagai novel tak bermutu, karena menurutnya itu novel terbagus yang pernah ia baca. "Terserah kau saja, sekarang katakan saja apa maksudmu?!"perintah Merik bosan. Rumina mulai menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan, lalu ia mulai menjelaskan maksud ucapannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN