34 Perlahan Ivan membuka matanya, ia melirik kesamping, terlihat adik kecilnya yang tertidur sambil memeluknya, ia pun menggerakkan tangannya untuk mengganggam tangan sang adik yang ada di atas dadanya, "Maafkan, kak, Ivan, Kauri, aku tidak bisa membiarkan saja dirimu disakiti, selalama aku masih hidup, aku akan selalu menjagamu, "janjinya. Tapi gadis itu tak mendengarnya, andai saja dia mendengarnya, pasti ia tau betapa kakaknya sangat menyayanginya. Yumico sudah siap dengan segelas teh dan sebotol obat di tangannya, ia pun segera membuka pintu kamar kekasihnya, "Van, aku sudah-, "ucapannya terhenti saat ia melihat sang kekasih tidak memperhatikannya tapi justru memperhatikan gadis lain. Gadis itu tersenyum sendiri, lalu dia berjalan mendekati sang kekasih, ia taruh teh dan obat itu di

