Merik bangkit dari posisinya, dia menatap tajam putrinya, "Jadi, jika mama, Kauri, tidak hamil, kau bisa melakukan hal itu padanya, "bentaknya. Revi sama sekali tidak berani menjawab, bahkan hanya sekedar mengangkat kepalanya juga tak berani. "Apa kau tak menghormatiku sebagai ayahmu?! " marahnya. Gadis itu memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya lalu menatap sang ayah. "Tidak, ayah, bukan begitu, "jawab Revi berusaha menjelaskannya. "Diam! "bentak Merik yang langsung membuat gadis itu ketakutan. Matanya berkaca-kaca melihat kemarahan sang ayah. "Kau tidak usah membantah atau membela diri, ayah tidak pernah mengajarimu untuk berbuat kasar atau melawan pada orang tua, apalagi berbuat kasar pada orang, "tegas Merik. Gadis itu masih diam membeku, sedikitpun ia tak berani angkat bicar

