66. Dendam Januar

695 Kata

Arten merasa suatu kehampaan ketika berpisah dengan Aluna. Padahal selama ini dia biasa sendiri dan tidak butuh orang lain dalam hidupnya. Betapa tersadar jika sosok Aluna yang terlihat lemah mampu mengguncang seluruh pondasan jiwanya yang kokoh. "Bos, kita mau kemana dulu? " tanya Pain. "Pulang ke markas, nanti malam ayah angkat akan mengunjungiku, " jawab Arten. "Iya, Bos, " balas Pain patuh. Dan benar saja malam harinya Ayah angkatnya itu datang membawa berita yang tidak enak. "Arten, kelompok Ello sekarang mulai menunjukkan taringnya. Mereka berani bersaing dan mengambil beberapa dari pelanggan kita." "Iya, Ayah. Aku tahu, " jawab Arten. "Bagaimana kabar Aluna?" "Baik, dia hamil, " jawab Arten jujur. Ayah angkatnya Arten tertawa, kemudian menepuk bahu Arten dengan lem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN