Aluna bisa mencium aroma khas masakan kesukaannya, dia membuka mata dengan perlahan dan melihat Arten sedang makan. "Kamu sudah bangun? Sini makanlah! " ajak Arten lembut. Dengan malu - malu Aluna mendekat, sebab dia memang lapar. "Makanlah yang banyak, agar anak kita sehat, " bujuk Arten. Deg… Arten ketika sedang manis seperti ini memang sangat menawan. Arten bergegas menghabiskan makannya, setelah meneguk obat herbal berbentuk minuman diapun membantu Aluna untuk makan. "Aku bisa sendiri, " tolak Aluna gugup. "Aku tahu, tapi aku hanya ingin memanjakan kamu dan anakku. Karena nanti sore aku akan pergi dari sini menjalankan misi ku, " jawab Arten. Aluna terbengong, bukankah itu yang dia inginkan? Yaitu menghilangnya Arten dalam hidupnya. "Walau tinggal di pegunungan, tetap

