63. Dilema

1119 Kata

Arten hampir saja melupakan janjinya, diapun mencoba menenangkan diri sebab memang tubuh Aluna seperti ada magnet yang menariknya untuk terus lengket. "Kamu pasti lapar, aku akan menelpon Pain untuk membawakan makanan kemari," ucap Arten lembut. "Apakah tidak akan kelamaan? Kita nanti keburu lapar, " jawab Aluna. Arten tersenyum, pemuda itu lupa memberitahu sesuatu. "Yuk ikut aku, " ajak Arten meraih tangan Aluna menuju belakang halaman rumah. Begitu pintu terbuka, angin langsung menerjang masuk dan membuat rambut Aluna berantakan. Seketika Arten mengambil selimut dan melingkarkan ke tubuh Aluna agar hangat. "Yuk, sekarang aman, " kata Arten tersenyum manis. Aluna terpaku, memandang tubuh Arten dari belakang. Sangat tampan dan postur tubuhnya sangat tegap indah. Jika sedang le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN