21. Mengisengi Aluna

785 Kata

Arten tersenyum sendiri membayangkan wajah polos Aluna tadi. Bersama gadis itu seolah dirinya merasa memiliki seorang adik kecil yang harus benar - benar di jaga. "Aku tidak tahu kenapa aku melakukan sesuatu yang diluar isi kepalaku, tetapi tidak sulit juga, " batin Arten sambil menutup kedua matanya. Sore harinya sekitar jam 3 Arten sudah terbangun, dia kemudian mandi dan ganti pakaian. Setelah itu Arten berdiri di depan kamar Aluna ingin tahu apakah gadis itu sudah bangun atau belum. Arten iseng membuka pintu, dan ternyata tidak di kunci. "Gadis ini sembrono sekali, bagaimana mungkin bisa tidur di penginapan tanpa mengunci pintu. Apa dia tidak takut jika tiba - tiba ada yang datang menyergap nya? " batin Arten kesal. Setelah masuk rupanya Aluna masih tertidur pulas, melihat waj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN