Sudah tiga jam berjalanan, akan tetapi masih belum sampai juga. Kini mobil yang ditumpangi Aluna dan Arten sedang melewati jalanan yang berliku menuju ke sebuah pugunungan. Aluna mulai cemas, dia khawatir jika Arten ternyata tidak membawa dirinya ke ibunya melainkan menjual dirinya. "Tuan, sebenarnya kamu membawa aku kemana? " tanya Aluna gugup. "Ya ke rumah ibu kamu, memangnya kemana lagi? " Aluna terdiam, jawaban Arten yang datar tanpa ekpresi itu sudah membuat dirinya gentar. "Kamu tidak akan menjual ku kan? " tanya Aluna dengan suara tertahan. Arten tertawa, sebab gadis yang duduk di sampingnya itu sedang berpikiran macam - macam. "Tuan, aku serius. Kenapa kamu tidak menjawab malah tertawa? " desak Aluna memberanikan diri. "Aku tidak menyangka otak bodohmu itu bisa berim

