DUA PULUH DELAPAN

972 Kata

Tyas menyediakan dua cangkir teh di meja ruang tamu. Ada beberapa kue juga di dalam toples. "Maaf ya, cuma ada ini...." ucap Tyas sembari tersenyum. "Oh tidak usah repot-repot..." ucap Riko tidak enak. "Sudah tidak pa-pa." ucap Tyas sembari duduk di sofa. "Oh iya Tyas perkenalkan kan ini istri saya namanya Lovita..." ucap Riko memperkenalkan wanita hamil itu. "Hay kak Tyas salam kenal..." ucap Lovita tersenyum. Tyas hanya mengangguk sembari tersenyum. "Bundaaa..." Samudra dan Badai berlari kearahnya. "Apa sayang? Sudah selsai belajarnya?" tanya Tyas keduanya kompak mengangguk. "Samudra Badai salam dulu sama om Riko dan tante Lovita...." ucap Tyas Samudra dan Badai pun menurutinya. " Mereka benar-benar mirip dengan bang Bian..." ucap Riko mencium kedua pipi Samudra dan Badai secara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN